9
يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۚ وَمَا يَخْدَعُوْنَ اِلَّآ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَۗ
Terjemahan Indonesia:
Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.
English Translation:
They [think to] deceive Allah and those who believe, but they deceive not except themselves and perceive [it] not.
Dengarkan Ayat Ini
Suara:
Abdurahman As-Sudais
Misyary Rashid Alafasy
Abu Bakr Al-Shatri
Sa'ad Al-Gamdhi
Maher Al-Mueaqly
Tafsir
Indonesia - Kemenag
Orang munafik itu menipu Allah, dengan cara menipu Rasul-Nya yaitu Muhammad saw. Menipu Allah, Rasul-Nya dan orang mukmin ialah dengan memperlihatkan iman, kasih sayang dan menyembunyikan permusuhan dalam batin. Mereka bergaul dengan kaum Muslimin, untuk memata-matai mereka dan kemudian menyampaikannya kepada musuh-musuh Islam. Mereka menyebarkan permusuhan dan fitnah, untuk melemahkan barisan kaum Muslimin. Usaha kaum munafik itu gagal dan sia-sia. Hati mereka bertambah susah, sedih dan dengki, sehingga pertimbangan-pertimbangan yang benar dan jujur untuk menilai kebenaran semakin lenyap dari mereka. Mereka sejatinya bukanlah menipu Allah, Rasul-Nya dan para mukminin, tetapi mereka menipu diri mereka sendiri. Akibatnya, perbuatan mereka itu akan menimpa diri mereka sendiri, hanya saja mereka tidak menyadarinya. Kesadaran merupakan daya jiwa untuk menanggapi sesuatu yang tersembunyi, yang tersirat dari yang nyata atau yang tidak nyata.
English - Al-Jalalayn
They would deceive God and the believers by manifesting the opposite of the unbelief they hide so that they can avoid His rulings in this world; and only themselves they deceive yukhādi‘ūn for the evil consequences of their deception will rebound upon them as they are disgraced in this world when God makes known to His Prophet what they are hiding and they will be punished in the Hereafter; and they are not aware and they do not know that they are actually deceiving themselves mukhāda‘a although a third verbal form from khāda‘a actually denotes a one-way action such as when one says ‘āqabtu al-lissa ‘I punished the thief’ using the third verbal form ‘āqaba; the mention of ‘God’ in this statement is for rhetorical effect; a variant reading for wa-mā yukhādi‘ūna has wa-mā yakhda‘ūna.