logo
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Surah Al-Jasiyah Ayat 21

home icon
21

اَمْ حَسِبَ الَّذِيْنَ اجْتَرَحُوا السَّيِّاٰتِ اَنْ نَّجْعَلَهُمْ كَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَوَاۤءً مَّحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ ۗسَاۤءَ مَا يَحْكُمُوْنَ ࣖࣖ

Indonesia Terjemahan Indonesia:

Apakah orang-orang yang melakukan kejahatan itu mengira bahwa Kami akan memperlakukan mereka seperti orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, yaitu sama dalam kehidupan dan kematian mere-ka? Alangkah buruknya penilaian mereka itu.

English English Translation:

Or do those who commit evils think We will make them like those who have believed and done righteous deeds - [make them] equal in their life and their death? Evil is that which they judge.

Dengarkan Ayat Ini

Suara:

Abdurahman As-Sudais
Misyary Rashid Alafasy
Abu Bakr Al-Shatri
Sa'ad Al-Gamdhi
Maher Al-Mueaqly

Tafsir

Indonesia Indonesia
- Kemenag

Allah memerintahkan Rasul-Nya agar menanyakan kepada orang-orang kafir Mekah tentang persengketaan mereka dengan maksud menyangkal dugaan mereka. Mereka menduga bahwa Allah akan memperlakukan dan akan memberikan balasan yang sama kepada mereka seperti yang diberikan kepada orang-orang yang beriman. Apakah Allah akan mempersamakan orang yang beriman kepada-Nya tetapi tidak melaksanakan syariat-Nya dengan orang yang beriman yang melakukan syariat-Nya. Jawabannya tentu, tidak, sekali-kali tidak, sebagaimana firman Allah: Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. (al-hasyr/59: 20) Dalam ayat-ayat lain, diterangkan bahwa tidaklah sama orang-orang yang beriman yang melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhkan larangan-larangan-Nya dengan orang-orang fasik, yaitu orang yang beriman dan mengakui adanya perintah-perintah dan adanya larangan Allah, tetapi tidak melaksanakannya, Allah berfirman: Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama. (as-Sajdah/32: 18) Pada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa semua dugaan dan sangkaan orang-orang kafir itu adalah dugaan dan sangkaan yang tidak benar dan mustahil terjadi. Karena itu, hendaklah kaum Muslimin waspada terhadap sangkaan itu sehingga tidak terpengaruh olehnya.

English English
- Al-Jalalayn

Or am has the significance of the rhetorical hamza of denial do those who have perpetrated evil acts such as disbelief and disobedience suppose that We shall treat them as those who believe and perform righteous deeds equally sawā’an is the predicate in their life and in their death? mahyāhum wa-mamātuhum this clause constitutes the subject and a supplement; the sentence itself is a substitution for the kāf of ka’lladhīna ‘as those’ and both suffixed pronouns -hum refer to the disbelievers. The meaning is do they suppose that in the Hereafter We will assign them a good fate like believers that they will enjoy a life of plenty one equal to their life in this world as when they said to the believers ‘Surely if we were to be resurrected we will be given the same good things that you will be given!’ God exalted be He says in accordance with His denial implicit in the rhetorical interrogative hamza How evil is that judgement which they make! In other words it will not be so for in the Hereafter they will be suffering in the chastisement in contrast to their lives in this world; the believers on the other hand will be delighting in the Reward in the Hereafter because of their righteous deeds in this world such as their observance of prayers their alms-giving fasting and otherwise the mā ‘that … which’ relates to the verbal action that is to say ba’isa hukman hukmuhum hādhā ‘awful as a judgement is this judgement of theirs’.