54
كُلُوْا وَارْعَوْا اَنْعَامَكُمْ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى النُّهٰى ࣖ
Terjemahan Indonesia:
Makanlah dan gembalakanlah hewan-hewanmu. Sungguh, pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.
English Translation:
Eat [therefrom] and pasture your livestock. Indeed, in that are signs for those of intelligence.
Dengarkan Ayat Ini
Suara:
Abdurahman As-Sudais
Misyary Rashid Alafasy
Abu Bakr Al-Shatri
Sa'ad Al-Gamdhi
Maher Al-Mueaqly
Tafsir
Indonesia - Kemenag
Allah menyuruh supaya buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan yang berjenis-jenis dan beraneka ragam itu, kita makan dan kita berikan kepada binatang untuk dimakannya. Mana saja yang layak bagi manusia untuk dimakan, seperti beras, ubi, jagung, sagu dan lain-lain, maka makanlah sesuai dengan firman Allah:
Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik. (al-Ma'idah/5: 88)
Mana saja yang sesuai untuk binatang seperti rumput yang diberikan pada binatang-binatang. Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa semua sifat-sifat tersebut di atas menunjukkan kekuasaan Allah dan kebesaran kerajaan-Nya, adalah bukti yang nyata atas keesaan-Nya dan menunjukkan bahwa tiada Tuhan melainkan Dia. Orang-orang yang berakal sehat dan berpikiran waras, tentu akan mengakui dan meyakini keesaan Allah.
English - Al-Jalalayn
Eat thereof and pasture your cattle therein an‘ām ‘cattle’ is the plural of na‘am which are camels cows and sheep; one says ra‘atu’l-an‘āmu ‘the cattle grazed’ or ra‘aytuhā ‘I grazed them’; the imperative here is meant as a permissive and a reminder of God’s grace the sentence being a circumstantial qualifier referring to the subject of the verb akhrajnā ‘We brought forth’ in other words what is meant is ‘We brought forth the plants permitting you to eat thereof and to graze your cattle thereon’. In that which is mentioned here there are indeed signs indeed lessons for people of sense possessors of intellect al-nuhā the plural of nuhya similar in pattern to ghurfa plural ghuraf. The intellect is called by this term nuhya because it shows a person the sense to refrain from committing vile deeds.